sosiologi


mmm

MODUL 01
PENGERTIAN SOSIOLOGI
SOSIOLOGI
“Sosiologi merupakan Ilmu Sosial yang objeknya adalah masyarakat.

Ciri-ciri Utamanya :
a. Sosiologi bersifat empiris yang berarti bahwa ilmu pengetahuan
tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal
sehat seta hasilnya tidak bersifat spekulatif
b. Sosiologi bersifat teoretis, yaitu ilmu pengetahuan tersebut selalu
berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil obesrvasi.
c. Sosiologi bersifat kumulatif yang berarti bahwa teori-teori
sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti
memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori-teori lama.
d. Bersifat non-etis, yakni yang dipersoalkan bukanlah buruk-baiknya
fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjalaskan
fakta tersebut secara analitis.

TOKOH DAN DEFINISI
Pitirim Sorokin Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari :
1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral;hukum dengan ekonomi; gerak masyarakat dengan politik dan lain sebagainya)
2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala non-sosial (misalnya gejala geografis, biologis,dan sebagainya)
3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial
Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok
William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap
interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial
J.A.A. Van Doorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang strukturstruktur dan peroses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial,termasuk perubahan-perubahan sosial. Struktur Sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidpuan politik, antara segi kehidupan hukum dan segi
kehidupan agama, antara segi kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi dan lain sebagainya.

Hakikat Sosiologi
• Sosiologi adalah suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian
• Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normatif akan tetapi adalah suatu disiplin yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (apllied science)
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkrit
• Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum
• Sosiologi merupakan pengetahuan yang empiris dan rasional
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus.
Sosiologi Sebagai Ilmu
Terkadang kata “teori” memang menakutkan. Beberapa teori sosial seringkali
sulit dipahami, dangkal, atau bahkan tak memiliki tujuan yang jelas. Terkadang pembaca
teori-teori sosial tak mengerti apa sebenarnya yang mereka baca. Namun bagaimanapun
teori sangat berguna dalam memahami sistem yang hendak didekati. Teori sosial
sepantasnya berguna untuk mendekati sistem sosial. Konstruksi teori adalah sebuah
tahapan dari seluruh pekerjaan dan metodologi ilmiah. Teori lahir dari serangkaian
perjuangan yang menggunakan akal sehat, hipotesis, dan eksperimen yang dapat
digunakan di luar laboratorium dan sekadar impian para ilmuwan. Teori sosial adalah
teori yang tak menggunakan kelinci sebagai obyek percobaan, tak pula memiliki larutan
kimia atau proposisi logika yang hendak dipermainkan sedemikian oleh para ilmuwan
sebagaimana para fisikawan, kimiawan, atau matematikawan. Teori sosial berada di area
gejala yang terlihat di siang hari selama riset dan malam hari menjadi bahan perenungan
para ilmuwan sosial. Mungkin boleh-boleh saja para ilmuwan memodelkan aktivitas
manusia sebagai aktivitas elektron, dan berbagai benda-benda elementer yang unik
sebagaimana yang didekati para fisikawan, namun yang pasti elektron memiliki rule dan
hukum yang jelas yang selalu dipatuhi olehnya. Aktivitas sebuah elektron akan jelas jika
berada di dalam medan listrik positif atau negatif, namun tingkah laku manusia tidak
mengikuti rule atau hukum se-teratur elektron. Manusia jauh lebih liar, tingkah lakunya
berada di dalam lingkaran chaotik yang pendekatan sederhana tak akan mampu
mendekatinya. Meski ini kedengaran sebagai sebuah apologia bagi teoretisi sosial, atas
kerumitan yang dikandung konstruksi ilmiah teori sosial, namun ini bukanlah hal yang
mudah untuk menerima kesulitan yang timbul saat memahami sebuah teori sosial. Dalam
proses pemikiran teoretis beberapa hal bisa menjadi salah dan ini menjadi hal yang
membingungkan.

Objek Sosiologi
Objek Sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
TOKOH DAN DEFINISI
Maclver dan Page
Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini kita namakan masyarakat.
Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial dan masyarakat selalu berubah
Ralph Linton
Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batasbatas yang dirumuskan dengan jelas
Selo Soemardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan

Unsur unsur masyarakat
Dari definisi-definisi di atas, unsur-unsur masyarakat sebagai berikut :
a. Manusia yang hidup bersama. Di dalam Ilmu Sosial tidak ada ukuran mutlak
ataupun angka pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada.
Akan tetapi secara teoretis angka minimnya adalah dua orang yang hidup
bersama.
b. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. Kumpulan dari manusia tidaklah
sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi, meja dan
sebagainya. Oleh karena dengan berkumpulnya manusia akan timbil manusiamanusia
baru. Manusia itu juga dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti;
mereka juga mempunyai keinginan untuk menyampaikan kesan-kesan atau
perasaan-perasaannya. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbulah sistem
komunikasi dan timbulah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara
manusia dalam kelompok tersebut.
c. Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan
d. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama
menimbulkan kebudayaan oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya
terikat satu dengan lainnya.

Dua Hasrat Kuat dalam diri manusia :
a. Keinginan untuk menjadi satu dengan sesamanya atau manusia lain
disekelilingnya (misalnya, masyarakat)
b. Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan sekelilingnya
Untuk dapat menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan diatas, manusia
mempergunakan pikiran, perasaan dan kehendaknya

Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan masyarakat agar dapat terus hidup:
a. Adanya populasi dan populasi replacement
b. Informasi
c. Energi
d. Materi
e. Sistem Komunikasi
f. Sistem produksi
g. Sistem distribusi
h. Sistem organisasi sosial
i. Sistem pengendalian sosial
j. Perlindungan masyarakat terhadap ancaman-ancaman yang tertuju pada jiwa
dan harta bendanya.
Manusia Mempunyai Naluri untuk hidup berkawan Naluri (Gregariousness)

Komponen-komponan dasar suatu masyarakat
Populasi
yakni warga-warga suatu masyarakat yang dilihat dari setiap
sudut pandangan kolektif. Secara sosiologis, maka aspek-aspek
sosiologisnya yang diperlu dipertimbangkan adalah
– aspek-aspek genetik yang konstan
– variabel-variabel genetik
– variabel-variabel demografis
Kebudayaan Hasil karya, cipta dan rasa dari kehidupan bersama yang
mencakup :
– sistem lambang-lambang
– informasi
Hasil-hasil kebudayaan material
Organisasi sosial Yakni jaringan hubungan antara warga-warga masyarakat yang
bersangkutan, yang antara lain mencakup :
– warga masyarakat secara individual
– peranan-peranan
– kelompok-kelompok sosial
– kelas-kelas sosial
Lembaga-lembaga sosial dan sistemnya
Diposkan oleh Pak Pur Namche di 08:55
Label: MODUL-01

MODUL-02
SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE
Ingat Modul 01
“Sosiologi merupakan Ilmu Sosial yang objeknya adalah masyarakat.
Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu
Sosiologi bersifat empiris yang berarti bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat seta hasilnya tidak bersifat spekulatif
Sosiologi bersifat teoretis, yaitu ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil obesrvasi.
Sosiologi bersifat kumulatif yang berarti bahwa teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori-teori lama.
Bersifat non-etis, yakni yang dipersoalkan bukanlah buruk-baiknya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjalaskan fakta tersebut secara analitis.
Hakikat Sosiologi
Sosiologi adalah suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian
Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normatif akan tetapi adalah suatu disiplin yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (apllied science)
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkrit
Pola umum: Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum
Sosiologi merupakan pengetahuan yang empiris dan rasional
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus.
Objek Sosiologi Menurut Herbert Spencer
1. Keluarga
2. Politik
3. Agama
4. Pengendalian Sosial
5. Industri
6. Asosiasi
7. Pembagian Kerja
8. Pelapisan Sosial
Catatan tambahan:
Pada tahun 1879 ia mengetengahkan sebuah teori tentang Evolusi Sosial yang hingga kini masih dianut walaupun di sana sini ada perubahan. Ia juga menerapkan secara analog (kesamaan fungsi) dengan teori evolusi karya Charles Darwin (yang mengatakan bahwa manusia berasal dari kera) terhadap masyarakat manusia. Ia yakin bahwa masyarakat mengalami evolusi dari masyarakat primitif ke masyarakat industri. Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.

Soal-Soal:
1. Berikut ini adalah yang bukan termasuk ciri-ciri sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, yaitu…
a. Empiris
b. Teoritis
c. Kumulatif
d. Non-etis
e. Subjektif
2. Sosiologi merupakan ilmu positif tentang masyarakat, artinya sosiologi merupakan suatu studi ilmiah tentang masyarakat. Pengertian ini merupakan pendapat dari…
a. Peter L. Berger
b. Koentjaraningrat
c. Max. Weber
d. Auguste Comte
e. Emile Durkheim
3. Objek kajian sosiologi adalah….
a. Anggota masyarakat yang saling bergaul satu sama lain
b. Masyarakat yang dilihat sebagai hubungan manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat
c. Sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat
d. Masyarakat yang anggota-anggotanya sering terlibat konflik
e. Akibat yang ditimbulkan dari interaksi yang dilakukan oleh seseorang dalam masyarakat
4. Perhatikan metode dibawah ini…
(1) Metode historis
(2) Metode komparatif
(3) Metode studi kasus
(4) Metode statistik
(5) Metode sosiometri
Metode kualitatif yang digunakan dalam sosiologi ditunjukkan oleh nomor…
a. 1, 2 dan 3
b. 1, 2 dan 5
c. 2, 3 dan 4
d. 2, 4 dan 5
e. 3, 4 dan 5
5. Perhatikan ilmu pengetahuan dibawah ini.
(1) Ilmu sosial
(2) Ilmu pengetahuan alam
(3) Ilmu yang normatif
(4) Ilmu yang katagoris
(5) Ilmu pengetahuan murni
Sifat dasar sosiologi sebagai ilmu pengetahuan ditunjukkan oleh nomor…
a. 1, 2 dan 3
b. 1, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 4
d. 2, 4 dan 5
e. 3, 4 dan 5
6. Di bawah ini merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi sebagai ilmu.
(1) Interaksi sosial
(2) Kelompok sosial
(3) Kebudayaan
(4) Lembaga sosial
(5) Lapisan sosial
(6) Kekuasaan dan wewenang
(7) ….
(8) Masalah sosial
Konsep dasar nomor tujuh adalah…
a. Perubahan sosial
b. Masalah masyarakat
c. Golongan sosial
d. Sistem sosial
e. Organisasi sosial
7. Manfaat penelitian sosiologi adalah
a. Untuk mempelajari perkembangan fisik dan budaya
b. Untuk membantu usaha mengatasi masalah sosial
c. Untuk mendapatkan keanekaragaman manusia di dunia
d. Untuk mempercepat terjadinya konflik
e. Untuk mengetahui pergaulan satu sama lain
8. Kemiskinan, gelandangan, pengemis, dan pengangguran merupakan masalah sosial dalam klasifikasi
a. Masalah masyarakat
b. Masalah ekonomi
c. Masalah biologis
d. Masalah psikologis
e. Masalah kebudayaan
9. Dibawah ini yang bukan sebab-sebab masalah sosial ialah…
a. Adanya pengurangan atau pembatasan sumber-sumber alam
b. Adanya persoalan penduduk
c. Adanya keterbelakangan
d. Adanya pengangguran
e. Adanya persoalan hubungan minoritas dengan mayoritas

MODUL-03
SOSIOLOGI MEMPELAJARI MASYARAKAT
SEBAGAI REALITAS SOSIAL

Definisi

Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya

Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang mengalami ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis

M.J. Heskovits, masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu

J.L Gillin dan J.P. Gillin, masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan dan persatuan yang sama.

Max Weber, masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai nilai yang dominan pada warganya.

Selo Soemardjan, masayarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

Paul B. Horton, masyarakat adalah sekumpulan manusia yang relative mandiri, yang hidup bersama-sama dalam jangka waktu cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu. Pada bagian lain Horton mengemukakan bahwa masyarakat adalah suatu organisasi manusia yang saling berhubungan satu dengan lainnya.

Soerjono Soekanto, masyarakat pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
• Manusia yang hidup bersama
• Bergaul dalam jangka waktu cukup lama
• Merasa satu kesatuan
• Membentuk suatu system hidup bersama

Marion Levy, empat criteria yang harus dipenuhi suatu kelompok dapat disebut masyarakat:
1. Kemampuan bertahan yang melebihi masa hidup seorang anggotanya.
2. Perekrutan sebagaian atau seluruh anggotanya melalui reproduksi
3. Adanya system tindakan utama yang bersifat swasembada.
4. Kesetiaan pada system tindakan utama secara bersama-sama
Talcott Parsons menambahkan
5. Melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya

Proses Terbentuknya Masyarakat
Masyarakat terbentuk ketika sekumpulan orang mendiami suatu wilayah bersama dan menjalin pergaulan sosial sehingga menghasilkan suatu sistem nilai, sistem sosial, dan kebudayaannya.

Naluri sosial
Manusia mempunyai naluri untuk berhubungan dengan sesamanya. Hubungan-yang berkesinambungan ini menghasilkan pola-pola interaksi sosial.

Sistem nilai sosial
Nilai sosial adalah hal-hal, sesuatu, unsur-unsur material maupun non material yang mengandung ukuran (nilai) yang dianggap baik, penting, berguna dalam masyarakat. Sistem nilai sosial adalah nilai-nilai tertentu yang merupakan suatu kesatuan untuk suatu kepentingan atau kegiatan. Contoh: Sistem nilai perkawinan didalamnya terdapat nilai cinta kasih, nilai pengorbanan, nilai saling menyesuaikan, lembaga perkawinan, nilai kekerabatan dan sebagainya.

Kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil buah budi manusia, didalam masyarakat terdapat kebudayaan, karena masyarakatlah pembentuk kebudayaan.
Diposkan oleh Pak Pur Namche di 17:03
Label: MODUL-O3

MODUL-04
TINDAKAN DAN INTERAKSI SOSIAL manusia

Mengapa Manusia Melakukan Tindakan
Tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan mendasar berupa :
a. makan dan minum
b. istirahat
c. buang air besar/kecil
d. perlindungan dari cuaca/iklim
e. melanjutkan keturunan
Tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan sosial berupa:
a. kegiatan bersama
b. berkomunikasi dengan sesama
c. pendidikan
d. keteraturan sosial dan kontrol sosial
Tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan integratif berupa:
a. memilih prinsip benar-salah
b. mengungkapkan ras kebersamaan
c. memperkuat rasa percaya diri (confidence) dan keberadaan diri (existence)
d. mengungkapkan rasa keindahan
e. mengadakan rekreasi dan hiburan
Menurut Max Weber tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat.
Macam-Macam Tindakan Sosial
1. Tindakan sosial rasional adalah tindakan yang dilaksanakan dengan pertimbangan rasional.
2. Tindakan sosial irasional adalah tindakan yang tidak memperhitungkan asas manfaat dan tujuannya, tetapi lebih kepada sistem nilai, cara, dan prosesnya. Misal upacara keagamaan.
3. Tindakan sosial tradisional, berdasar tradisi, misalnya sopan santun, hormat dan patuh pada orang tua dsb.
Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antar manusia secara individu atau kelompok.
Faktor pendorong interaksi sosial
Interaksi sosial didasari oleh faktor imitasi (meniru), sugesti (terpengaruh), identifikasi (meniru dengan teliti), simpati (ikut marasa/tertarik).
Syarat terjadinya interaksi sosial
Syarat terjadinya interaksi sosial adalah kontak dan komunikasi.
Misal A bersalaman dengan B adalah kontak langsung (primer).
Misal A menelpon B adalah kontak tidak langsung (sekunder).
Komunikasi adalah proses saling menanggapi dan menafsirkan pembicaraan, gerak, sikap, simbol antar orang yang berkomunikasi.
Hasil interaksi sosial
Hasil dari sebuah interaksi sosial dapat berupa kerjasama, persaingan, konflik, dan akomodasi
Status Sosial dan Peranan (Role) Sosial
Interaksi sosial berhubungan dengan status dan peranan setiap orang yang melahirkan model-model interaksi variatif.
Status sosial adalah posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial atau posisi sekelompok orang diantara kelompok-kelompok sosial lainnya
Macam-macam status sosial
Asribed status adalah status yang dibawa sejak lahir misal status bangsawan, kasta, jenis kelamin, putra mahkota.
Achieved status adalah status yang diusahakan misalnya menjadi mahasiswa, dokter, insinyur.
Assigned status adalah status karena keberhasilannya menyandang status tertentu, misalnya mahasiswa teladan, dokter teladan, pahlawan perang.
Peranan (role) sosial adalah aspek dinamis dari status yang disandangnya.
Peran ideal, adalah peran yang diharapkan oleh masyarakat.
Diposkan oleh Pak Pur Namche di 01:22
Label: MODUL-O4

MODUL-05
NILAI DAN NORMA SOSIAL
Nilai Sosial
Nilai sosial adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, yang dianggap baik, yang mempengaruhi perilaku sosial setiap orang.
Nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan apa yang diperintahkan, dilarang, yang bersumber pada ajaran agama.
Nilai logika adalah gambaran tentang ukuran benar salah terhadap suatu pernyataan atau tindakan yang bersumber dari hasil pemikiran akal sehat.
Nilai etika adalah ukuran tentang baik buruk tentang suatu tindakan atau pernyataan yang bersumber dari kata hati atau kehendak yang sehat.
Nilai praktika adalah gambaran tentang ukuran terampil dan tidak terampil sesuatu tindakan atau pernyataan yang bersumber dari pengamatan yang sehat dan nyata di masyarakat umum.
Definisi nilai sosial
Young : Nilai sosial adalah asumsi-asumsi abstrak dan sering tidak didasari oleh kebenaran dan kepentingan.
Green : Nilai sosial adalah suatu kesadaran yang berlangsung secara relatif disertai emosi yang terdapat pada objek, ide, dan individu.
Woods : Nilai sosial adalah adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama dan mengarahkan kepada tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
Koentjaraningrat : Sistem nilai budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang bernilai dalam hidup.
Macam-macam nilai sosial menurut Notonagoro
Nilai material – yaitu segala benda yang berguna bagi manusia.
Nilai vital – yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan aktivitas.
Nilai kerohanian – yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Nilai kerohanian dibedakan menjadi:
Nilai kebenaran bersumber dari rasio manusia.
Nilai keindahan bersumber dari unsur rasa manusia.
Nilai moral bersumber dari unsur kehendak (karsa/etika).
Nilai religious bersumber pada ajaran agama.
Fungsi nilasi sosial
1. Alat menentukan harga sosial
2. Alat pengawas
3.Alat membina solidaritas
4. Alat yang mengarahkan berfikir dan bertingkah laku.
5. Tujuan akhir bagi manusia untuk mencapai nilai sosial tertentu.
Ciri-ciri nilai sosial:
1. merupakan konstruksi masyarat
2. memuaskan manusia
3. membantu masyarakat agar berfungsi baik
4. merupakan asumsi-asumsi yang abstrak hasil konsensus sosial
5. nilai sosial dipelajari
6. sistem nilai bervariasi
7. mempengaruhi perkembangan pribadi, positif maupun negative
Nilai sosial menurut C. Klukhonhn menyebutkan bahwa nilai budaya dalam semua kebudayaan akan berhubungan dengan lima masalah pokok kehidupan yaitu :
1. Nilai hidup manusia
2. Nilai karya manusia
3. Nilai mengenai hakikat dari ruang dan waktu
4. Nilai mengenai alam sekitar
5. Nilai mengenai hakikat dari hubungan manusia dengan sesamanya
Norma Sosial
Norma adalah aturan atau standar perilaku yang dipergunakan oleh masyarakat sebagai petunjuk, perintah, anjuran, dan larangan.
Berdasarkan daya kekuatan pengikatnya maka norma-norma sosial dapat dibagi menjadi:
Cara (usage), Kebiasaan (folkways),Tata kelakuan (mores),Adat-istiadat (custom)
Cara (usage) norma ini kekuatan mengikatnya lemah, pelanggar tidak akan menerima hukuman tetapi hanya celaan.
Kebiasaan (folkways) , perbuatan yang diulang-ulang karena dianggap baik, bila hal ini tidak dilakukan seseorang, dianggap sebagai penyimpangan kebiasaan umum.
Tata kelakukan (mores) adalah gagasan mengenai benar salah yang menuntut tindakan tertentu dan melarang tindakan lainnya. Pelanggar tata kelakuan dianggap melanggar tata susila dan hukuman sosialnya biasanya dikucilkan, diejek, disindir dsb.
Adat-istiadat (custom) adalah tata kelakuan yang kekal dan kuat, sehingga mengikat para anggota masyarakat pemelihara adat tersebut. Pelanggarnya kan mendapat sanksi adat yang kadang-kadang cukup berat.
Macam-macam norma
Norma agama, pelanggarnya mendapat sanksi dari Tuhan atau di akhirat nanti.
Norma kesusilaan, adalah aturan yang berhubungan dengan kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang dianggap baik.
Norma kesopanan, adalah peraturan hidup yang mengatur seseorang harus bertingkah laku dalam kehidupan masyarakat. Contoh: Jangan banyak bicara bila sedang makan.
Norma hukum, adalah kumpulan peraturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang dan sanksi hukumnya jelas serta tertulis.
Ada norma yang disebut mode (fashion), adalah cara-cara dan gaya melakukan dan membuat sesuatu.
Hubungan nilai sosial dan norma sosial
Bahwa nilai-nilai sosial yang dilaksanakan masyarakat dijaga/dipelihara oleh norma-norma sosial. Karena norma-norma sosial sebagai alat pemberi sanksi ringan maupun berat bagi pelanggar nilai-nilasi sosial.
Diposkan oleh Pak Pur Namche di 01:24
Label: MODUL-O5
MODUL-06
KETERATURAN SOSIAL DAN KONFLIK SOSIAL
Pengertian
Keteraturan sosial adalah gambaran dari keadaan masyarakat yang tertib sebagai hasil hubungan yang serasi antara tindakan sosial, nilai-sosial, dan norma sosial.
Kondlik sosial adalah keadaan masyarakat dalam kondisi pertentangan, sebagai akibat hubungan yang tidak serasi antara tindakan sosial, nilai-sosial, dan norma sosial.
Gillin and Gillin menyebutkan bahwa sebuah proses sosial dalam mesyarakat melahirkan du kondisi yaitu proses yang asosiatif da proses yang disasosiatif. Proses yang asosiatif mengarah kepada situasi kerjasama yang makin intensif, proses yang disosiatif mendorong keretakan atau kerenggangan sosial.
Proses yang asosiatif meliputi:
a. kerjasama
b. asimilasi
c. akulturasi
d. akomodasi
Proses yang disosiatif meliputi:
a. kompetisi
b. konflik
Dalam keteraturan sosial akan melahirkan:
a. Tertib sosial.
b. Order.
c. Keajegan.
d. Pola
Tertib sosial merupakan gambaran tentang kondisi kehidupan masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur.
Order menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan sebagai perintah atau pesanan untuk melakukan sesuatu. Dalam sosiologi, order adalah sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang.
Keajegan adalah gambaran tentang suatu kondisi keteraturan sosial yang tetap dan tidak berubah sebagai hasil hubungan yang selaras antara tindakan, norma, dan nilai dalam interaksi sosial.
Pola, artinya gambaran tentang corak, mode, sistem, atau struktur yang tetap. Dalam sosiologi pola berarti gambaran atau corak hubungan sosial yang tetap dalam berinteraksi sosial.
Variasi bentuk kerjasama:
a. Bargaining.
b. Co-operation.
c. Coalition (Koalisi).
d. Joint venture
Asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila ada kelompok-kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat berhadapan dengan unsur-unsur kebudayaan asing yang lambat laun diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri, tanpa hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
Variasi akomodasi adalah:
a. Coercion.
b. Compromise.
c. Arbitration.
d. Mediation.
e. Conciliation.
f. Toleration.
g. Stalemate.
h. Adjudication.
Terjadinya konflik disebabkan karena:
a. Perbedaan pendirian.
b. Perbedaan kebudayaan.
c. Benturan kepentingan.
d. Perubahan sosial yang terlalu cepat.
e. Pemaksaan kehendak dan sebagainya.
Bentuk konflik:
a. Konflik pribadi.
b. Konflik rasial.
c. Konflik politik.
d. Konflik internasional
Akibat konflik:
a. Bertambahnya solidaritas kelompok.
b. Retaknya persatuan dan kesatuan kelompok.
c. Perubahan kepribadian seseorang.
d. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia.
e. Akomodasi, dominasi,dan takluknya salah satu pihak.
MODUL-07
S O S I A L I S A S I
Pengertian
Sosialisasi adalah proses individu mulai menerima dan menyesuaikan diri dengan unsur-unsur kebudayaan (adat – istiadat, perilaku, bahasa) yang dimulai dari lingkungan keluarganya, yang kemudian makin meluas. Sosialisasi berlangsung sejak masa kanak-kanak (bayi).
George Herbert Mead menjelaskan bahwa perkembangan manusia diantaranya melalui sosialisasi dapat melalui tiga tahap yaitu:
a. Play stage: tahap dimana seorang anak mulai mengambil peranan orang-orang di sekitarnya.
b. Game stage: tahap dimana anak mulai mengetahui peranan yang harus dijalankan dan peranan yang dijalankan orang lain.
c. Generalized other: tahap dimana seseorang telah mampu mengambil peranan-peranan yang dijalankan oleh orang lain.
Proses sosialisasi dalam pembentukan kepribadian
Proses sosialisasi dalam setiap masyarakat juga dipakai sebagai sarana pembentukan kepribadian.
Menurut Allport, keptibadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikofisis dalam individu yang turut menentukan cara-cara yang unik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Empat faktor yang menentukan kepribadian:
1) Keturunan (warisan biologis).
2) Lingkungan geografis.
3) Lingkungan kebudayaan.
4) Lingkungan sosial.
Media Sosialisasi menurut Fuller and Jacobs :
a. Keluarga.
b. Kelompok bermain (kelompok sebaya).
c. Sekolah.
d. Lingkungan kerja.
e. Media massa.
Menurut Robert Dreeben bahwa proses sosialisasi di sekolah selain mendapat ketrampilan dan pengetahuan juga mendapat:
a. Kemandirian (independence).
b. Prestasi (achievment)
c. Spesifitas (specifity) – (hal-hal yg spesifik)
Definisi Sosialisasi
Prof. Dr. Nasution , SH: sosialisasi adalah peoses membimbing individu ke dalam dunia sosial.
Sukandar Wiraatmaja, MA: sosialisasi adalah suatu proses yang dimulai sejak seseorang itu dilahirkan untuk dapat mengetahui dan memperoleh sikap pengertian, gagasan dan pola tingkah laku yang disetujui oleh masyarakat.
Drs. Suprapto, sosialisasi adalah proses belajar berinteraksi dalam masyarakat sesuai dengan peranan yang dijalankan.
Peter L. Berger, sosialisasi adalah suatu proses seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.
Macam-macam sosialisasi
1. Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang paling dasar yang berlangsung pada usia anak-anak, yaitu usia 0 –5 tahun atau belum sekolah.
2. Sosialisasi sekunder terjadi setelah sosialisasi primer. Sosialisasinya berlangsung di luar keluarga.
3. Enkulturasi adalah proses penyesuaian diri dengan adat –istiadat, lingkungan, sistem norma, dan aturan aturan hidup lainnya.
Proses sosialisasi terjadi melalui dua cara yaitu:
a. Conditioning.
b. Komunikasi atau interaksi.
Conditioning, adalah keadaan yang menyebabkan individu mempelajari pola kebudayaan yang fundamental seperti cara makan, bahasa, berjalan, cara duduk, pengembangan tingkah laku dan sebagainya.
Komunikasi atau interaksi, adalah proses hubungan yang terjadi antara individu-individu yang bergaul sehingga terjadi proses sosialisasi.
Tujuan umum sosialisasi:
a. Penyesuaian kelakuan yang dianggap baik.
b. Pengembangan kemampuan dan pengenalan dirinya sebagai bagian masyarakat.
c. Pengembangan konsep diri secara baik.
MODUL-08
PERILAKU MENYIMPANG
Pengertian
Perilaku menyimpang adalah pola sikap dan tindakan individu/kelompok yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial. Penyimpangan disebut pula deviasi sosial.
Robert Merton melihat penyimpangan dari sudut struktur sosial dan budaya.
James V. Zanden, penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
Robert MZ Lawang, perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial yang menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dari sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu.
Penyebab perilaku menyimpang akibat:
a. Proses sosialisasi yang tidak sempurna.
b. Proses sosialisasi nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang
Beberapa contoh perilaku menyimpang:
a. Penyalahgunaan narkotika.
b. Perkelahian pelajar.
c. Perilaku seksual di luar nikah.
Empat klasifikasi penyimpangan sosial:
a. Perilaku menyimpang yang dianggap sebagai kejahatan atau kriminal, misalnya pemukulan, pemerkosaan, penodongan, pelanggaran UU.
b. Penyimpangan seksual, yaitu perilaku seksual yang tidak lazim, misalnya perzinahan, lesbianisme, homoseksualitas, kumpul kebo.
c. Penyimpangan bentuk konsumsi berlebihan, misalnya alkoholisme, narkotika, candu, dan lain-lainnya.
d. Penyimpangan dalam bentuk geya hidup lain dari biasanya, misalnya penjudi profesional, perkelahian antar gang, perkelahian pelajar.
Model-model sosialisasi yang tidak sempurna:
a. Perilaku orang-orang dewasa yang tidak sesuai akan ditiru oleh generasi di bawahnya.
b. Anak-anak yang mendapat perlakukan tidak adil, mempunyai kecenderungan bersifat negatif terhadap lingkungan, berwatak pembrontak dan sebagainya.
c. Anak-anak yang tidak memiliki kesempatan terdidik dengan baik kurang memiliki daya adaptasi sosial.
Sub kebudayaan menyimpang artinya bagian kebudayaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat.
Contoh sub kebudayaan menyimpang: kumpul kebo, kebebasan seksual, aborsi, monopoli, atheisme, individualisme dsb.
Model-model sub-sub kebudayan menyimpang:
a. Anak-anak yang dilahirkan dan sejak kecil hidup di lingkungan pelacuran mungkin saja ia menjadi terbawa dan seolah membenarkan tindakan pelacuran.
b. Anak-anak dengan moralitas terbatas seirngkali mudah terjerumus ke tindakan-tindakan melanggar hukum yang seolah-oleh tindakannya adalah benar.
c. Shaw dan Mc Kay mengemukakan bahwa di kampung-kampung yang keadaannya berantakan ada kecenderungan perilaku menyimpang. Pada kampung-kampung kasta rendah di India masa lalu merupakan daerah subur penyimpangan dan kejahatan. Suku Toda di India, menurut sub kulrut mereka boleh ber suami lebih dari satu (poliandri).
Teori Penyimpangan Sosial
Teori penyimpangan Lemert:
a. Penyimpangan primer, yaitu perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh seseorang yang dalam aspek kehidupan lainnya selalu sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
b. Penyimpangan sekunder, yaitu perbuatan yang oleh masyarakat dianggap sebagai perbuatan sekunder. Contoh penyimpangan yang bersifat sekunder ialah perkosaan, pencurian, perkelahian dsb.
Teori lain soal penyimpangan primer dan sekunder:
a. Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan bersifat sementara dan tidak terulang kembali.
b. Penyimpangan sekunder, adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang secara khas sebagai seorang penyimpang.
Penyimpangan yang dilakukan remaja disebut juvenile delinquensi.
Teori biologis menilai bahwa faktor biologis sebagai penyebab perilaku menyimpang.
Teori biologis menurut Sheldon tentang tiga tipe dasar tubuh:
a. Endomorph bertipe bundar, halus, gemuk.
b. Mesomorph bertipe atletis dan berotot.
c. Ectomorph bertipe tipis dan kurus
Menutunya bahwa tipe mesomorph banyak melakukan penyimpangan.
Teori psikologis menilai bahwa penyimpangan disebabkan oleh ketidak mampuan menyesuaikan diri secara psikologis dengan situasi sosial.
Teori konflik menilai bahwa perilaku menyimpang disebabkan konflik kebudayaan khusus yang berlain-lainan (konflik budaya) dan benturan kepentingan kelas sosial (konflik kelas).
Teori sosialisasi, bahwa penyimpangan disebab oleh gangguan (ketidaksempurnaan) pada proses penghayatan dan pengalaman nilai-nilai sosial yang berlaku.
Dr. Graham Baliane, penyalahgunaan narkotika remaja :
a. Membuktikan keberanian
b. Tindakan menentang otoritas ortu.
c.Pelepasan diri dari kesepian.
d. Menemukan arti hidup
e.Menghilangkan frustasi
f. Sekedar iseng, ingin tahu
Penyimpangan yang berlebihan dalam masyarakat bisa menyebabkan anomie. Anomie keadan banyak terjadinya pelanggaraan, yang mendorong ke arah “chaos” (kekacauan).
Faktor yang mempengaruhi penyimpangan:
a. Faktor dari dalam (motif intrinsik) : berupa intelgensi, usia, jenis kelamin, kedudukan dalam keluarga.
b. Faktor dari luar: berumah lingkungan rumah tangga, pendidikan sekolah, pergaulan, media massa.
Bentuk-bentuk penyimpangan:
a. Penyimpangan individual (indvidual deviation)
b. Penyimpangan kelompok (group deviation)
c. Penyimpangan campuran (mixture deviation)
Teori Differential Association (pergaulan yang berbeda) Edwin H. Sutherland. Berpendapat bahwa penyimpangan disebabkan oleh “pergaulan yang berbeda”, dimana saat itu individu atau kelompok mempelajari suatu budaya yangmenyimpang.
Teori Labeling Edwin Lamert, penyimpangan yang disebabkan oleh pemberian cap/ label dari masyarakat kepada seseorang yang kemudian cenderung melanjutkan penyimpangan.
Taori adaptasi Robert K Merton, bahwa penyimpangan disebabkan oleh karena adaptasi tertentu. Tipe adaptasi, yang diantaranya adalah perilaku menyimpang:
1) Konformitas (conformity), mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan masyarakat.
2) Inovasi (inovation), mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi memakai cara yang dilarang masyarakat.
3) Ritualisme (ritualism) perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya namun masih tetap melaksanakan cara-cara yang telah ditetapkan dalam arti ritual (upacara), tetapi maknanya telah hilang.
4) Pengunduran diri (retreatism) perilaku meninggalkan tujuan umum maupun cara mencapainya yang umum, misalnya para pecandu obat bius, pemabuk mungkin dalam rangka menenangkan diri namun salah.
5) Pembrontakan (rebellion) panerikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai dengan upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru, misal para reformator agama.
Teori fungsi Emille Durkheim menyebut kan kesadaran moral dari semua anggota masyarakat disebabkan karena faktor keturunan, perbedaan lingkungan fisik, dan lingkungan sosial. Artinya kejahatan itu akan selalu ada sebab orang yang berwatak jahat pun akan selalu ada.
Jenis-jenis penyimpangan:
a. Penyimpangan yang diterima dan ditolak.
b. Penyimpangan relatif (primer) dan penyimpangan mutlak (sekunder).
c. Penyimpangan terhadap budaya ideal dengan perilaku (budaya) real.
d. Penyimpangan bersifat adaptif.
Pada penyimpangan teori biologis, Eleanor Clueck pernah melakukan penelitian terhadap lima ratus anak nakal dibandingkan dengan lima ratus anak-anak biasa. Kesimpulannya anak-anak nakal tersebut memiliki sifat-sifat seperti yang diperlihatkan oleh kelompok Mesomorph (bentuk tubuh atletis, berotot, kuat).
Teori psikologis Sigmund Freud, berhwa perilaku menyimpang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara “id” (naluri), yang tidak mampu dikontrol oleh “ego” (kesadaran diri) dan “superego” (kesadaran nilai-nilai).
Teori psikologis George Herbert Mead, perilaku menyimpang kalau unsur “I” (sifat-sifat impulsif) tidak mampu dikendalikan oleh “Me” kesadaran kemanusiaan.
Diposkan oleh Pak Pur Namche di 01:30
Label: MODUL-O8
MODUL-09
PENGENDALIAN SOSIAL
Pengertian
Berger, pengendalian adalah cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang.
Pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak, membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat, agar mematuhi nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku.
Roucek, pengendalian adalah suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana maupun tidak, dimana individu dianjurkan, dibujuk, ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok.
Teknik Pengendalian Sosial:
a. Preventif, mencegah sebelum terjadi pelanggaran.
b. Represif, menghukum atau menindak pelanggaram.
c. Persuasif, membujuk, menyarankan, meyakinkan agar berperilaku baik.
d. Koersif, memaksa untuk berperilaku baik.
Teknik Pengendalian Sosial (rumusan lain):
a. Mensosialisasikan sejumlah prosedur pengaturan agar masyarakat bertingkah laku sesuai harapan, tanpa paksaan.
b. Menimbulkan keseganan, yakni melalui sejumlah penekanan dan pemberian sanksi terhadap pelanggar.
c. Melalui kekuatan dan kekuasaan, bila cara lain mengalami kegagalan untuk mengendalikan masyarakat.
d. Melalui kelompok primer dan kelompok sekunder. Melalui kelompok primer misalnya dengan ejekan oleh kelompoknya, pada kelompok sekunder misalnya atura-aturan pada organisasu yang diikutinya.
Jenis Pengendalian Sosial
a. Gosip atau desas-desus, kabar yang belum tentu kebenarannya.
b. Teguran adalah peringatan yang ditujukan kepada pelanggar.
c. Hukuman adalah sanksi yang diberikan kepada pelanggar, sesuai pasal-pasal hukuman pelanggaran.
d. Pendidikan, adalah lembaga pembimbing untuk mengarahkan kemampuan dan perilaku tertentu (agar tidak menyimpang.
e. Agama, adalah sistem yang diyakini dan diimani untuk membawa membawa manusia kepada tindakan baik.
f. Kekersan fisik, pengendalian ini apabila cara-cara yang terdahulu sudah tidak mampu lagi mengendalikan masyarakat.
g. Bahasa, tanda penghargaan juga bisa dipakai sebagai alat pengendalian sosial.
Ruang Lingkup Pengendalian Sosial
a. Pengendalian individu terhadap individu.
b. Pengendalian individu terhadap kelompok.
c. Pengendalian kelompok terhadap kelompok.
d. Pengendalian kelompok terhadap individu.
Relativitas Pengendalian Sosial
Adalah keadaan sistem pengendalian sosial yang masih dimungkinkan terjadinya sejumlah pelanggaran karena:
a. Adanya sistem pengendalian sosial yang tidak memuaskan pihak tertentu.
b. Adalah tidak mungkin mengatur semua kepentingan warga secara merata.
c. Kadang-kadang terjadi bahwa sistem pengendalian sosial tidak diterapkan seterusnya.
d. Terjadi konflik dalam masyarakat karena perbedaan kepentingan.
Tujuan Pengendalian Sosial
a. Tujuan eksploitatif karena dimotivasikan oleh kepentingan diri, baik secara langsung maupun tidak langsung.
b. Tujuan regulatif, oleh karena dilandaskan pada kebiasaan, atau adat istiadat.
c. Tujuan kreatif atau konstruktif, karena diarahkan pada perubahan sosial yang dianggap bermanfaat.
Tujuan Pengendalian Sosial (rumusan lain)
a. Mengarahkan anggota masyarakat menyesuaikan diri dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.
b. Menciptakan solidaritas tertentu dalam masyarakat.
c. Memelihara kebersamaan dan kerjasama antarkelompok masyarakat.
d. Mengarahkan perubahan-perubahan masyarakat yang bersifat konstruktif.
Lembaga-Lembaga Pengendalian Sosial
a. Lembaga Adat.
b. Lembaga Kepolisian.
c. Lembaga Pengadilan.
d. Lembaga Keagamaan.
Wujud Pengendalian Sosial
a. Pidana, adalah suatu ketentuan (keputusan) yang apabila dilanggar akan mengakibatkan diberlakukannya sanksi negatif bagi pelanggarnya.
b. Kompensasi, adalah standar kewajiban bagi orang/lembaga untuk memberikan atau melakukan sesuatu karena melanggar aturan tertentu.
c. Terapi, adalah usaha perbaikan atas sejumlah pelanggaran dari orang/lembaga yang tidak taat terhadap sistem pengendalian tertentu.
Beberapa Istilah yang Terkait dengan Pengendalian Sosial:
a. Kekerasan fisik – pengendalian dengan kekerasan.
b. Fraudulens – pengendalian orang lain yang tidak jadi bertindak karena ada beking dibelakang orang-orang yang mau ditindak.
c. Ostraisme – pembiaran dan pengacuhan ditujukan kepada para pelanggar agar jera sendiri.
d. Penculikan – adalah model pengendalian dengan menculik orang yang dianggap tidak mampu dikendalikan.
e. Operasi militer – adalah model pengendalian sosial oleh militer kepada orang/organisasi/kawasan yang dianggap rawan dan tidak mampu dikendalikan dengan cara lain.
f. Pranata keluarga, pranata ekonomi, pranata pendidikan, pranata keilmuan, pranata politik, pranata kesehatan, pranata keagamaan adalah alat-alat pengendalian sosial pada bidangnya masing-masing.
MODUL-10
S I S T E M S O S I A L
PENGERTIAN
Sistem sosial adalah gambaran tentang sejumlah orang/kegiatan yang hubungan timbal baliknya bersifat konstan.
Sistem sosial umumnya mempertahankan keseimbangan untuk tetap memelihara kehidupan sosial agar stabil dan teratur.
Keluarga, sekolah, pemerintahan desa, organisasi kesenian, organisasi politik dll adalah contoh nyata sistem sosial di masyarakat.
Beberapa catatan tentang sistem sosial:
a. Sistem sosial selalu mempertahankan keseimbangan dalam kegiatan-kegiatannya.
b. Sistem sosial diciptakan untuk pengaturan tertentu.
c. Sistem sosial bervariasi karena setiap kelompok sosial akan mewujudkan sistemnya yang khas
Ciri-Ciri Sistem Menurut Teori Struktur Fungsional (Talcott Parsons):
1) Kehidupan sosial adalah gabungan dari bagian-bagian yang saling berhubungan.
2) Hubungan antar bagian bersifat saling mempengaruhi.
3) Sistem sosial cenderung bergerak ke arah keseimbangan yang dinamis.
4) Integrasi sosial yang terjadi dilakukan melalui proses sosialisasi, adaptasi, institusionalisasi, dan proses-proses sosial lainnya.
5) Perubahan sistem sosial biasanya disebabkan oleh karena sejumlah penemuan baru dalam masyarakat.
6) Daya integrasi sosialnya merupakan hasil konsensus.
Ciri-Ciri Sistem Sosial Menurut Cohen
1) Nilai dan norma sosial merupakan unsur yang mendasari kehidupan sosial.
2) Sistem sosial terbentuk karena adanya komitmen.
3) Sistem sosial didasari oleh solidaritas warga masyarakatnya.
4) Sistem sosial didasarkan adanya kerjasama.
5) Suatu sistem sosial cenderung untuk bertahan lama.
6) Sistem sosial selalu bertahan pada konsensus.
7) Sistem sosial cenderung untuk berintegrasi.
Masyarakat Sebagai Sistem Sosial
Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang didalamnya terdapat kesatuan hidup, interaksi antar manusia, adat-istiadat yang mengatur, kesamaan sikap dan perasaan, ada identitas yang dimiliki bersama.
Masyarakat terbentuk karena:
1) Hakekat manusia makhluk sosial mempunyai keinginan hidup bersama manusia lain.
2) Manusia saling tergantung dengan manusia lain dalam memenuhi kebutuhan.
3) Manusia tak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
4) Interaksi manusia melahirkan norma, nilai, adat, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan yang dikendalikan dalam sistem sosial.
Isi Sistem Sosial adalah Struktur Sosial:
Struktur adalah gambaran tentang cara bagaimana kesatuan sosial disusun dan dibangun. Misalnya masyarakat sistem kasta, akan dapat diidentifikasi bagiamana satuan sosial itu dibentuk dengan mengamati struktur masyarakat sistem kasta tersebut.
Sistem Sosial Menurut Loomis
Menurut Loomis, masyarakat sebagai suatu sistem sosial strukturnya tersusun atas 10 unsur penting, yaitu:
1) Pengetahuan dan keyakinan.
2) Solidaritas.
3) Tujuan.
4) Nilai dan norma.
5) Kedudukan dan peranan sosial.
6) Ada tingkatan sosial.
7) Kekuasaan.
8) Sistem sanksi.
9) Sarana sistem (misal pranata, lembaga adat dsb).
10) Adanya sistem ketegangan, konflik, penyimpangan yang menyertai dinamika sistem.
Setiap anggota masyarakat adalah bagian dari sistem sosial tertentu karena ia (masyarakat) memiliki status dan kedudukan tertentu dalam sistem
Kedudukan Sosial, adalah gambaran tentang posisi seseorang dalam suatu sistem sosial.
Cara memperoleh kedudukan/status:
a. Ascribed status, status yang diterima dengan sendirinya (otomatis) misal jenis kelamin, umur, kelas sosial.
b. Achieved status, status yang diperoleh seseorang dengan usaha yang disengaja, atau diperjuangkan misal, guru, dosen, polisi, dokter, insinyur dsb.
c. Assigned status, status yang diperoleh karena keberhasilannya menyandang status achieved atau ascribed nya, misalnya status pelajar teladan, wanita teladan, pegawai terbaik dsb.
Catatan tentang konflik status:
Konflik status, adalah pertentangan antar status yang dimiliki seseorang:
1) Polisi menangkap anaknya sendiri yang melanggar hukum.
2) Hakim mengadili anaknya sendiri yang bersalah.
Status simbol, adalah ciri-ciri tertentu yang dimiliki seseorang misalnya gelar, cara berpakaian, cara mengisi waktu senggang, kegemaran, bentuk rumah dan sebagainya.
Peranan sosial, adalah gambaran pola perilaku yang diharapkan diperbuat sesuai dengan statusnya. Peranan sosial juga merupakan aspek dinamis dari kedudukan, atau pelaksanaan hak dan kewajiban ideal sesuai statusnya.
Konflik peranan, adalah kondisi berbeda antara yang seharusnya dilakukan dengan kenyataan perilaku yang terjadi. Misalnya seorang polisi menjadi penadah, seorang guru BP mengajar sejarah, Sarjana Hukum menjadi pemegang kas.
MODUL-11
STRATIFIKASI SOSIAL
Pengertian
Stratifikasi sosial atau pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau mesyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (vertikal).
Aristoteles : Pada jaman kuno di dalam setiap negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
Adam Smith : Masyarakat di bagi menjadi tiga, yaitu orang-orang yang hidup dari penyewaan tanah, orang-orang yang hidup dari upah kerja, dan orang-orang yang hidup dari keuntungan perdagangan.
Thorstein Veblen : Membagi masyarakat dalam dua golongan yaitu golongan pekerja yang berjuang mempertahankan hidup dan golongan yang banyak mempunyai waktu luang karena kekayaannya.
Prof. Selo Soemardjan : Pelapisan sosial akan selalu ada selama dalam masyara kat terdapat sesuatu yang dihargai.
Robert M.Z. Lawang : Pelapisan sosial merupakan penggolongan orang-orang dalam suatu sistem sosial tertentu secara hierarkhis menurut dimensi kekuasaan, privelese, dan prestise.
Hal-hal yang dihargai sebagai pembentuk pelapisan sosial :
a. Uang.
b. Tanah.
c. Kekayaan.
d. Ilmu Pengetahuan.
e. Kekuasaan.
f. Kesalehan.
g. Keturunan dari keluarga terhormat.
Kriteria tinggi rendah pelapisan
Talcott Parsons menyebutkan lima kriteria tinggi rendahnya status seseorang, yaitu:
1) Kriteria kelahiran: meliputi faktor ras, jenis kelamin, kebangsawanan, dan sebagainya.
2) Kriteria kualitas pribadi : meliputi kebijakan, kearifan, kesalehan, kecerdasan, usia dan sebagainya.
3) Kriteria prestasi : meliputi kesuksesan usaha, pangkat dalam pekerjaan, prestasi belajar, prestasi kerja, dan sebagainya.
4) Kriteria pemilikan: meliputi kekayaan akan uang dan harta benda.
5) Kriteria otoritas : yaitu kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain sehingga pihak lain tersebut bertindak seperti yang diinginkan.
Cara terbentuknya pelapisan sosial :
1) Terbentuk dengan sendirinya, sesuai dengan perkembangan masyarakat yang bersangkutan. Misal kepandaian, tingkat umur, jenis kelamin, keturunan, sifat keaslian keanggotaan kerabat seorang kepala masyarakat dan harta kekayaan. Misal pada organisasi formal pemerintahan, perusahaan, partai politik, perkumpulan, angkatan bersenjata, dan sebagainya.
2) Dengan sengaja disusun, untuk mengejar tujuan tertentu.
Faktor-Faktor yang dijadikan alasan/dasar terbentuknya pelapisan sosial :
1) Kepandaian.
2) Tingkat umur.
3) Sifat keaslian keanggotaan di dalam masyarakat (misalnya cikal bakal, kepala desa dsb).
4) Pemilikan harta.
Masyarakat pemburu biasanya mendasarkan pada tingkat kepandaian untuk membentuk pelapisan sosial.
Masyarakat yang telah hidup menetap dan bercocok tanam mendasarkan pada sistem kerabat dari pembuka tanah yang asli dianggap sebagai golongan yang menduduki lapisan yang tinggi.
Pada masyarakat yang taraf hidupnya masih rendah biasanya pelapisan sosial ditentukan oleh:
a. Perbedaan seksual (jenis kelamin).
b. Perbedaan antara pemimpin dengan yang dipimpin.
c. Perbedaan golongan budak dengan bukan budak.
d. Perbedaan karena kekayaan dan usia.
Dua analisis Prof. Soerjono Soekanto tentang proses terbentuknya pelapisan sosial :
1) Sistem pelapisan sosial kemungkinan berpokok kepada sistem pertentangan dalam masyarakat.
2) Ada sejumlah unsur untuk membuat analisa pelapisan sosial yaitu :
a. Distribusi hak-hak istimewa yang objektif, seperti penghasilan, kekayaan, kekuasaan, wewenang.
b. Sistem pertanggaan yang sengaja diciptakan sehingga ada prestise dan penghargaan atas posisi pelapisan sosial tertentu.
c. Kriteria sistem pertentangan, yaitu dikukur adanya perbedaan kualitas pribadi, keanggotaan kelompok kerabat tertentu, hak milik, wewenang, dan kekuasaan.
d. Lambang-lambang kedudukan, seperti misalnya tingkah laku hidup, cara berpakaian, bentuk rumah, keanggotaan suatu organisasi tertentu.
e. Mudah atau sukarnya bertukar kedudukan.
f. Solidaritas di antara individu-individu atau kelompok-kelompok sosial yang menduduki kedudukan yang sama dalam sistem sosial masyarakat.
Kriteria Penggolongan Pelapisan Sosial :
a. Ukuran kekayaan.
b. Ukuran kekuasaan.
c. Ukuran kehormatan.
d. Ukuran ilmu pengetahuan.
Sifat Pelapisan Sosial :
a. Tertutup (closed social stratification) membatasi kemungkinan untuk pindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Contoh sistem kasta pada masyarakat feodal, masyarakat apartheid.
b. Terbuka (opened social stratification), setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke lapisan sosial lebih tinggi. Contoh masayarakat pada negara-negara industri maju.
c. Campuran, adalah kombinasi terbuka dan tertutup dan ini sering terjadi dalam masyarakat. Misalnya untuk hal-hal tertentu bersifat terbuka, tetapi untuk hal-hal tertentu yang lain bersifat tertutup.
Fungsi Stratifikasi Sosial :
1) Alat untuk mencapai tujuan.
2) Mengatur dan mengawasi interasksi antar anggota dalam sebuah sistem stratifikasi.
3) Stratifikasi sosial mempunyai fungsi pemersatu.
4) Mengkategorikan manusia dalam stratum yang berbeda.
Status dalam pelapisan sosial
Status dan peranan adalah unsur yang baku dalam sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
Status adalah posisi yang didukuki seseorang dalam suatu kelompok.
Status objektif, yaitu status yang dimiliki seseorang secara hierarkhis dalam struktur formal suatu organisasi. Misal seorang Gubernur.
Status subjektif, yaitu status yang dimiliki seseorang merupakan hasil penilaian orang lain terhadap diri seseorang dengan siapa ia berkontak atau berhubungan.
Kriteria penentuan status subjektif adalah:
1) Kelahiran
2) Mutu pribadi
3) Pemilikan
4) Otoritas
Pelapisan dalam masyarakat dapat dilihat berdasarkan kriteria sosial, politik dan ekonomi.
Kriteria politik adalah pembedaan penduduk atau warga masyarakat menurut pembagian kekuasaan.
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak atau kemauan pemegang kekuasaan.
Wewenang adalah kekuasaan yang ada pada diri seseorang atau sekelompok orang yang mendapat pengakuan dari masyarakat. Kekuasaan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang yang diakui oleh masyarakat disebabkan oleh rasa takut, rasa cinta, kepercayaan, pemujaan.
Munculnya sistem kekuasaan kemudian menimbulkan lapisan-lapisan kekuasaan yang sering disebut “Piramida Kekuasaan”.
Menurut Max Iver terdapat tiga pola umum “Piramida Kekuasaan” yaitu tipe kasta, tipe oligarkhis, tipe demokratis.
Tipe Kasta adalah sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisahan yang tegas dan kaku.
Susunan dari atas ke bawah adalah:
1) Raja.
2) Bangsawan.
3) Orang-orang yang bekerja di pemerintahan, pegawai rendahan dan seterusnya.
4) Tukang-tukang, pelayan-pelayan.
5) Petani-petani, buruhan tani.
6) Budak-budak.
Tipe Oligarkhis adalah sistem lapisan kekuasaan dengan garis-garis pemisahan yang tegas. Akan tetapi dasar pembedaan kelas-kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarakat tersebut terutama dalam hal kesempatan untuk naik lapisan sosial.
Susunan dari atas ke bawah sebagai berikut:
1) Raja (penguasa)
2) Bangsawan dari macam-macam tingkatan.
3) Pegawai tinggi (sipil dan militer).
4) Orang-orang kaya, pengusaha dan sebagainya.
5) Pengacara.
6) Tukang dan pedagang.
7) Buruh tani dan budak.
Tipe Demokratis, adalah sistem pelapisan kekuasaannya terdapat garis pemisah antara lapisan yang sifatnya sangat mobil. Faktor kelahiran tidak menentukan pelapisan tertentu seseorang. Pada tipe ini lebih menekankan pada kemampuan orang untuk menentukan pelapisan sosial.
Pada lapisan sosial di lingkungan kraton (masa feodal kerajaan), tidak digambarkan sebagai pelapisan dari atas ke bawah tetapi sebagai lingkaran kambium. Dimana raja merupakan tokoh sentral yang penuh kekuasaan dan mempunyai privelese (hak-hak istimewa).
Pelapisan sosial berdasar kriteria ekonomi membedakan penduduk atau warga masyarakat menurut jumlah dan sumber pendapatan
Sistem pelapisan yang berdasarkan kriteria ekonomi disebut kelas sosial.
Menurut Karl Marx ada dua macam kelas dalam setiap masyarakat, yaitu kelas atas yang memiliki tanah atau alat-alat produksi lainnya dan kelas bawah yaitu kelas yang tidak memiliki alat-alat produksi kecuali tenaga yang disumbangkan dalam proses produksi.
Max Weber menyebutkan adanya kelas yang mendapat kehormatan khusus dari masyarakat yang dinamakan stand.
Joseph Schumpater menyebutkan bahwa sistem kelas diperlukan untuk menyediakan masyarakat dengan keperluan-keperluan yang nyata.
Hasan Shadily menyebutkan bahwa kelas sosial adalah golongan yang terbentuk karena adanya perbedaan kedudukan tinggi dan rendah, dan karena adanya rasa segolongan dalam kelas itu masing-masing sehingga kelas yang satu dapat dibedakan dari kelas yang lain.
Secara teoritis kelas-kelas ekonomi masyarakat adalah sebagai berikut:
1) Kelas Atas (Upper Class), terdiri atas:
a. Kelas atas lapisan atas.
b. Kelas atas lapisan menengah.
c. Kelas atas lapisan bawah.
2) Kelas Menengah (Middle Class), terdiri atas:
a. Kelas menengah lapisan atas.
b. Kelas menengah lapisan tengah.
c. Kelas menengah lapisan bawah.
3) Kelas Bawah (Lower Class):
a. Kelas bawah lapisan atas.
b. Kelas bawah lapisan tengah.
c. Kelas bawah lapisan bawah.
Mengapa kelas-kelas sosial di dalam masyarakat digambarkan dalam bentuk kerucut? Hal ini berkaitan dengan jumlah warga masyarakat semakin tinggi jumlahnya semakin sedikit.
Pelapisan sosial berdasarkan kriteria sosial, model pelapisannya berhubungan dengan prestise atau gengsi.
Prestises atau gengsi pada masyarakat feodal umumnya diukur dari garis keturunan.
Di Jawa masa kerajaan terdapat pelapisan dari atas ke bawah yakni:
1) Raja (Sultan).
2) Kaum Bangsawan (Sentono Dalem).
3) Priyayi (Abadi Dalem tingkat tinggi).
4) Kawulo (wong cilik).
Di Tanah Karo kedudukan pendiri desa (Marge Taneh) jauh lebih tinggi daripada rakyat biasa (ginemgem) dan budak (derip).
Di Timor ada kedudukan USIF (bangsawan) dan TOG (orang-orang biasa).
Di Inggris ada golongan NOBILITY (Bangsawan) dan dibawahnya COMMONER (rakyat biasa).
Pada Zaman Hindu warga masyarakat digolongkan ke dalam 4 tingkatan, yaitu:
1) Kasta Brahmana (ahli agama, pendeta).
2) Kasta Ksatria (golongan masyarakat bangsawan).
3) Kasta Waisya (golongan masyarakat biasa, pedagang, petani).
4) Kasta Sudra (golongan masyarakat pekerja kasar).
Pada sistem kasta yang disebut TRI WANGSA adalah Brahmana, Ksatria, dan Waisya. Sedang lapisan terakhir disebut “jaba”.
Ida (nama untuk Brahmana), Tjokorda, Dewa, Ngahan (nama untuk Ksatria), Bagus, I Gusti, dan Gusti (nama untuk Waisya), Pande, Kbon, Pasek (nama untuk orang Sudra).
Gelar-gelar tersebut di atas diwariskan secara patrilineal.
Konsekuensi perbedaan kedudukan dan peran sosial dalam tindakan dan interakasi sosial :
a. Orang yang menduduki pelpisan sosial yang berbeda akan memiliki kekuasaan, privelese dan prestise yang berbeda pula. (Baik privelese ekonomi maupun privelese budaya).
b. Kemungkinan timbulnya proses sosial yang disosiatif berupa persaingan, kontravensi, maupun konflik.
c. Penyimpangan perilaku karena kegagalan atau ketidakmampuan mencapai posisi tertentu. Kegagalan itu dapat berupa alkoholisme, kejahatan, drug abuse, prostitusi, korupsi, kenakalan reamaja dan sebagainya.
d. Konsentrasi elite status, yakni pemusatan kedudukan-kedudukan yang penting kepada orang-orang atau segolongan orang tertentu. Akibat logisnya adalah dimungkinkan terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Anilisis Gordon Alport (1958) tentang parasangka atau kecemburuan sosial akibat adanya pelapisan sosial yang dikenal dengan beberapa pendekatan antara lain:
a. Pendekatan historis.
b. Pendekatan kepribadian (psikologis).
c. Pendekatan fenomenologis.
d. Pendekatan naïve.
e. Pendekatan sosiokultural dan situasional.
Pendekatan historis didasarkan atas teori pertentangan kelas, yaitu konflik antara kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. Pertentangan kelas itu diwarnai oleh kondisi saling menyalahkan, timbulnya prasangka dan kecemburuan sosial. Contohnya prasangka orang kulit putih terhadap ras negro, yang secara historis dipengaruhi oleh budaya “Tuan” dan “Budak”.
Pendekatan kepribadian (psikologis) menyatakan bahwa prasangka dan kecemburuan sosial sosial diakibatkan oleh keadaan frustasi yang mendorong tindakan agresif. Menurut teori ini tindakan agresi, prasangka, dan frustasi lebih ditentukan oleh tipe kepribadian seseorang akibat proses sosialisasi yang keliru terhadap lingkungan masyarakatnya.
Pendekatan fenomenologis menyatakan bahwa prasangka dan kecemburuan sosial dipengaruhi oleh bagaimana individu memandang masyarakat dan lingkungannya, sehingga persepsilah yang menyebabkan prasangka dan kecemburuan sosial. Menurut teori ini terjadinya pelapisan sosial, perbedaan kemampuan, dan tindakan individu merupakan gejala-gejala yang bersifat fenomenal atau bersifat umum.
Pendekatan naïve lebih menyoroti objek prasangka atau objek tindakan individu, dan bukan menyoroti pelakunya/ individunya. Bahwa yang menimbulkan prasangka adalah individu itu sendiri yang berprasangka atas perilaku tertentu. Contoh pada masa lalu Pegawai Negri Sipil selalu disangka akan hanya mendukung partai tertentu padahal belum tentu benar.
Pendekatan sosiokultural dan situasional adalah pendekatan yang menyoroti tentang kondisi dan situasi saat ini sebagai penyebab timbulnya perilaku, sikap, prasangka, dan kecemburuan tertentu. Faktor-faktornya bisa bervariasi, antara lain:
a. Mobilitas sosial, yang menyebabkan penurunan status sosial sekelompok orang, kadang-kadang melahirkan prasangka dan menyalahkan situasi masyarakat.
b. Konflik antar kelompok. Disebabkan oleh timbulnya prasangka dan perilaku non integratif dari anggota-anggotanya.
c. Stigma perkotaan, bahwa timbulnya prasangka dan ketidakpastian di kota disebabkan oleh noda yang dilakukan sekelompok tertentu; dan
MODUL-12
DIFERENSIASI SOSIAL
Pengertian
Diferensiasi sosial adalah pembedaan penduduk secara horisontal, parameter nominal. Diferensiasi bersifat universal, aratinya ada dalam setiap kelompok masyarakat.
Macam Macam Diferensiasi
• Diferensiasi berdasar ciri fisik (ras dan jenis kelamin)
• Diferensisi berdasar ciri sosial (profesi, pendidikan)
• Diferensiasi berdasar ciri budaya dan keyakinan (agama, suku bangsa).
Diferensiasi ras
Diferensiasi ras adalah diferensiasi dari segi perbedaan ciri-ciri fisik manusia antara lain:
• Ciri kualitatif: warna kulit, rambut, mata.
• Ciri kuantitatif: ukuran, bentuk, berat badan.
• Ciri genotipe (golongan darah, kemampuan tertentu misalnya daya penciuman terhadap zat, kemampuan menekuk lidah.
Ras menurut A.R. Kroeber terdiri dari 4 ras besar 1 kelompok ras khusus
1. Australoid
2. Mongoloid,
3. Caucasoid,
4. Negroid
5. Ras khusus à bushmen, ainu, polinesia

Diferensiasi agama
Diferensiasi agama adalah pembedaan masyarakat dari segi variasi agama yang dianut.
Agama adalah sistem terpadu yg terdiri atas kepercayaan, dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci.
Bentuk diferensiasi agama misalnya dari perbedaan simbol-simbol agama, benda-denda alat keagamaan, caracara beribadah, kitab suci dsb.
Dampak diferensiasi agama kadang-kadang muncul konflik antara pemeluk agama, etnosentrisme agama.
Upaya mengatasi konflik misalnya dialog, kerjasama, toleransi.
Diferensiasi jenis kelamin
Diferensiasi jenis kelamin diferensiasi yang disebabkan adanya jenis kelamin pria-wanita dengan segala perbedaannya.
Diferensiasi jenis kelamin menyebabkan perbedaan peran, dan fungsi sosial, pekerjaan khas, gerakan feminisme dsb.
Penjelasan singkat diferensiasi sosial lainnya
Diferensiasi profesi adalah perbedaan dari segi terdapatnya variasi pekerjaan.
Diferensiasi klen adalah perbedaan dari segi terdapatnya bermacam-macam kelompok klen.
Klen adalah satuan kerabat yang dikenal dalam masyarakat unilineal.
Klen masyarakat batak disebut marga, di minang disebut kampuang atau suku.
Bentuk klen ada klen besar dan klen kecil. Klen kecil terdiri dari beberapa keluarga luas.
Klen besar sekelompok besar yang meyakini mempunyai nenek moyang yang sama.
Diferensiasi suku bangsa
Diferensiasi suku bangsa pembedaan masyarakat karena kesukubangsaannya.
Suku bangsa adalah segolongan masyarakat yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan.
Diferensiasi suku bangsa ingin menunjukkan bahwa setiap suku bangsa memiliki sub kulturnya sendiri.\
Dalam hal kekuatan paham kesukubangsaan kadang akan melahirkan sifat negatif seperti (etnosentrisme, primordialisme dan sebagainya)
Primordialisme adalah faham yang selalu mengagung-agungkan kebudayaan nenek moyangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s